TIM KKN 275 Universitas Sebelas Maret Membagikan Produk Pupuk Organik Cair kepada Perangkat Desa Tegalwaton. (Dok: PDD Tim KKN 275 UNS)

Desa Tegalwaton, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, dikenal sebagai kawasan yang memiliki populasi kuda cukup tinggi, khususnya karena keberadaan wisata pacuan kuda yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung. Tingginya populasi kuda di kawasan ini menyebabkan tingginya volume kotoran kuda yang dihasilkan setiap harinya. Sayangnya, hingga kini belum tersedia sistem pengelolaan kotoran kuda yang efektif. Biasanya, kotoran kuda akan diangkut secara berkala ke luar desa oleh pihak tertentu, namun tidak diketahui secara pasti bagaimana kotoran tersebut dikelola lebih lanjut. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan di Desa Tegalwaton. Selain itu, kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko penularan penyakit dari hewan ke manusia.

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, Tim KKN 275 Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program “Sosialisasi Dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Kotoran Kuda di Desa Tegalwaton” pada Minggu (13/7/2025). Program ini menyasar masyarakat Desa Tegalwaton, khususnya peternak kuda dan kelompok tani, dengan tujuan memberikan edukasi mengenai cara pengolahan limbah kotoran kuda menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan, bernilai guna, serta memiliki nilai ekonomis. Melalui sosialisasi dan praktik langsung, masyarakat tidak hanya memahami mengenai pentingnya pengelolaan limbah ternak, tetapi juga memperoleh keterampilan teknis dalam proses pembuatan pupuk organik cair mulai dari persiapan bahan, pencampuran, hingga tahap fermentasi.

Tim KKN 275 UNS bersama ketua kelompok tani dan masyarakat berkontribusi dalam pembuatan pupuk organik cair dari kotoran kuda. (Dok: PDD Tim KKN 275 UNS)

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hal tersebut terlihat dari keseriusan peserta dalam menyimak pemaparan materi, partisipasi aktif dalam praktik pembuatan pupuk, hingga komitmen mereka untuk mencoba mengaplikasikan pupuk organik cair hasil pelatihan di lahan pertanian. Sebagai tindak lanjut, pada Jumat (15/8/2025), Tim KKN UNS membagikan pupuk organik cair hasil produksi kepada seluruh perangkat desa dan para kepala dusun di Desa Tegalwaton. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pemanfaatan produk pupuk di kalangan masyarakat serta mendorong masyarakat untuk mempraktikkan pembuatan pupuk tersebut secara mandiri dengan memanfaatkan kotoran kuda yang menumpuk di lingkungan sekitar.

Tim KKN 275 UNS membagikan produk pupuk organik cair kepada kepala dusun Desa Tegalwaton. (Dok: PDD Tim KKN 275 UNS)

Kepala Desa Tegalwaton turut memberikan apresiasi terhadap program ini karena dinilai mampu memberikan solusi konkret atas permasalahan limbah kotoran kuda yang selama ini menjadi persoalan lingkungan desa. “Dengan adanya KKN ini dapat memberikan ilmu bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi alam baik ekonomi, sosial, dan budaya. Alhamdulillah dari berbagai masalah di desa kami, saya mengambil kesimpulan dari satu contoh yaitu di desa kami ini kan ada banyak kuda sehingga dari KKN ini atas nama Mutia dapat memberikan ilmu bagaimana untuk mengolah produk hasil kotoran kuda menjadi pupuk organik cair,” ujar Pak Tri Wuryanto selaku kepala Desa Tegalwaton, Kamis (14/8/2025).

Selain itu, ketua karang taruna Desa Tegalwaton mengaku puas setelah mencoba pupuk organik cair dari kotoran kuda hasil program KKN UNS. “Hasilnya bagus, tanaman terong lalap saya yang sebelumnya belum tumbuh tunas bunga setelah diberikan POC sekarang tumbuh tunasnya,” ujar Mas Solichin selaku ketua karang taruna Desa Tegalwaton.

Besar harapan agar pupuk organik cair dari kotoran kuda ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga dapat menghasilkan kualitas pupuk yang lebih baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh warga Desa Tegalwaton.